TANJUNGPINANG, Kepritoday.id – Demi cintanya terhadap seni budaya tradisional, Suli Dwijayanti (58), warga jl. Kota Piring, memimpin dan menghidupkan kembali kelompok seni kuda kepang Lembaga Sangga Buana (LSB) Kota Tanjungpinang, hal tersebut dibuktikan dengan pengukuhan Badan Pengurus di sekretariat LSB jl. Kota Piring Kelurahan Air Raja Tanjungpinang Timur Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (6/9)
Bagaikan gayung bersambut keinginan tersebut di dukung oleh tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang peduli dengan kesenian dan budaya tradisional dan para pelaku seni tradisional.
“Dengan rasa gembira saya mendukung kehadiran sanggar seni tradisional kuda kepang Lembaga Sangga Buana, di wilayah Biram Dewa (BrD) Kota Piring ini Ada sisi unik para pengurus yang tergabung LSB mereka berasal dari lintas suku kolaborasi antara generasi tua dan generasi muda. Ada makna tersendiri seni budaya tak mengenal sekat suku bahkan agama” kata Fiman Nugrajanto, S.Sos, tokoh Biram Dewa Kota Piring disela sela pengukuhan pengurus LSB
Lebih lanjut disampaikan Fiman bahwa melestarikan seni budaya tradisional bangsa terbukti menjadi sarana ampuh mempersatukan serta saling menghargai antara satu dengan yang lain.
“Jangan menyimpan kekayaan budaya diri sendiri hanya untuk kita sendiri. Hendaknya mengajarkan budaya kita kepada orang lain”. Katanya.
Demikian menurut mantan Ketua APKM (Asosiasi Pedagang Kecil dan Menengah) Kota Tanjungpinang, karena berdampak positif bagi budaya lokal, semakin banyak orang yang mengajarkan atau memberitahu, banyak orang lain yang mengetahui mengenai budaya daerah sendiri atau daerah lain. Dan semakin banyak pengetahuan budaya yang dimiliki, maka semakin besar rasa untuk saling menghormati kebudayaan orang lain.
Selanjutnya Ketua Surau Al Amanah Komplek Pertokoan Biram Dewa Kota Piring menekankan, menjadi kewajiban bagi setiap lapisan masyarakat untuk mempertahankannya, terutama generasi muda sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi budaya lokal dan akan menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya lokal itu sendiri, meskipun diterpa arus kemajuan zaman atau globalisasi.

Pada kesempatan itu Ketua Umum LSB, Suli Dwijayanti menyampaikan ucapan terima kasih kepada para Lansia dan Generasi Muda yang mendukung dan bergabung untuk membangun dan melestarikan seni budaya kuda kepang melalui Lembaga Sangga Buana (LSB)
“Dengan ucapan ribuan terima kasih kami sampai kepada bapak/ibu serta adik-adik dan anak-anak, mari kita bangun dan lestarikan budaya tradisional Kuda Kepang, khususnya di Tanjungpinang dan Kepri pada umumnya”, ujar Suli sapaan akrabnya dengan air mata berlinang
Lebih lanjut Suli mengatakan, pengukuhan pengurus seni kuda kepang LSB, adalah proses pengesahan resmi struktur organisasi kesenian tradisional, yang nantinya akan disampaikan kepada pihak pemerintah terkait.
Tujuan pengukuhan itu sendiri adalah, legalitas hukum agar sanggar diakui secara resmi oleh pemerintah daerah, kemudahan pelatihan dan akses bantuan dalam menjalankan program kemajuan dan pelestarian kebudayaan serta menjaga kelestarian kuda kepang (ebeg) agar tetap teroganisir secara baik. (Ind).













