Example floating
Example floating
Opini

Silaturahmi Syawal 2026 Harusnya Lebih dari Sekadar “Minal Aidin”

89
×

Silaturahmi Syawal 2026 Harusnya Lebih dari Sekadar “Minal Aidin”

Share this article

Oleh: Djoko Pratono (Pemimpin Redaksi Media Online Kepritoday.id)

1 Syawal 2026 datang lebih awal (21 Maret–19 April), beririsan dengan prediksi kemarau panjang dan kewaspadaan karhutla di Kepri. Dalam konteks itu, silaturahmi tidak cukup hanya jadi ritual kunjungan dan salam tempel. Saya melihat dua tujuan yang perlu dipertegas tahun ini:

Memulihkan kepercayaan sebelum krisis iklim lokal.

Dengan hotspot karhutla muncul jauh lebih cepat, jaringan RT/RW dan kelompok warga harus solid sejak Syawal. Silaturahmi jadi momen membangun kesepakatan “siapa pantau, siapa lapor” bila ada asap di lahan kosong. Kalau tidak, acara halal bi halal akan terasa kosong ketika kabar kebakaran masuk grup WA.

Menjadwalkan agenda kolektif berbasis data.

BMKG sudah beri peta kemarau; silaturahmi bisa dipakai untuk menyusun kalender kerja bakti air bersih atau patroli anti-bakar. Alih-alih hanya bercerita soal mudik, pertemuan Syawal 2026 sebaiknya menghasilkan daftar aksi konkret—misalnya, membentuk posko karhutla di tiap kelurahan.

Kalau kita lewatkan kesempatan itu, silaturahmi tetap hangat secara pribadi tapi miskin dampak sosial. Syawal 2026 menuntut kita mengaitkan maaf-maafan dengan kesiapan menghadapi musim kering yang tidak biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *